Kamis, 07 April 2011

19
-(Int. Rumah Rina – Dapur).K e r i n g a t
membasahi kening Ibu. POV Ibu meman- dang BLURRED piring yang dipegang- nya. Ketika Ibu hendak meletakkan piring itu di rak piring, tiba-tiba piring itu terle- pas dari tangannya, di saat bersamaan Ibu terjauh.
-(Int. Rumah Rina – Ruang Tamu).
Rina hendak melangkah ketika panda- ngannya teralih pada sejumlah foto kelu- arga yang terpajang di dinding, di sebe- rangnya. Wajah Rina berubah sedih.
POV Rina melihat foto keluarga dari kiri ke kanan, foto Ayah dan Ibu, foto Rina berusia 20 tahun, dinding kosong yang hanya ada tiga buah paku tertancap di dinding tanpa ada bingkai fotonya, lalu kembali foto Rina berusia 20 tahun, ter- akhir foto Ayah dan ibu.
Tiba-tiba Rina dikejutkan oleh suara pi- ring pecah dan orang terjatuh. Panik, se- ketika itu juga Rina berlari ke:
-(Int. Rumah Rina – Dapur).K a m e r a
FLASH SHOT Rina yang muncul di am- bang pintu, dan melihat Ibu tergeletak pingsan di lantai yang penuh dengan pe- cahan piring.
RINA
(Teriak).
Ibuuu…!!!
20
Rina berlari memeluk Ibu. Dari keningnya darah mengalir terkena pecahan piring. Melihatnya Rina menjerit, menangis, lalu kamera TRACK BACK Rina yang meme- luk Ibu di pangkuannya.
FLASHBACK BERAKHIR
CUT TO:
SC.08.
EXT. ESTABLISHING SHOT: STASIUN
GAMBIR – MALAM.
CUT TO:
SC.09.
EXT/INT. STASIUN GAMBIR – MALAM.
Rina menghapus airmatanya, lalu turun dari taksi, berjalan ke loket karcis jurusan Jakarta-Yogyakarta, lalu naik ke lantai atas stasiun.
CUT TO:
SC.10.
EXT. STASIUN GAMBIR – KERETA API
MALAM.
Rina masuk ke dalam gerbong kereta, lalu
mencari tempat duduk.
CUT TO:
Rina memandang ke luar jendela. Perla han kereta meninggalkan stasiun. POV dari jendela Rina, para pengantar yang menjauh

Tidak ada komentar:

Posting Komentar