Jumat, 08 April 2011

contoh skenario

Contoh Skenario

FADE IN:

1. INT. KAMAR JOKO - MALAM - JOKO

SUARA JAM BERDENTING SATU KALI. Kamar yang berantakan. Monitor komputer diatas meja menyala. Lampu duduk di sudut meja menerangi ruangan dengan warna kuning redup. Seekor kecoa menyusuri lantai, melewati tas ransel, gitar, celana panjang, baju, sejadah, dan menyelinap ke belakang CPU. JOKO, 23, laki-laki muda berambut panjang dengan kaos hitam dan celana pendek merah motif bunga Hawaii sedang berbaring di atas kasur, melihat ke arah telepon genggam yang sedang dipegangnya. Ibu jari gemetar diatas tombol bergambar gagang telepon berwarna hijau. Joko menelan ludah.


2. INT. KAMAR MIRA- MALAM - MIRA

SUARA PINTU TERBUKA. Cahaya dari luar menerobos masuk kedalam kamar. SUARA TOMBOL LAMPU DINYALAKAN, kamar menjadi terang. Tempat tidur dengan bed cover biru dengan motif bintang-bintang. Kosmetik-kosmetik dan foto sepasang pria dan wanita berada diatas meja rias. MIRA, 25, perempuan cantik mengenakan blouse dan rok motif bunga berimpel menghambur masuk dan menaruh snel jas di kursi rias, mengambil telepon genggam dari saku snel jas dan meletakkannya di atas laci sebelah tempat tidur. Ia membantingkan diri ke tempat tidur dan menutup kedua matanya dengan lengannya. Ia menghela nafas panjang.

INTERCUT ANTARA JOKO DAN MIRA

Joko menaruh telepon genggam diatas meja sebelah tempat tidur, berguling, dan menutup seluruh tubuh dengan selimut.

Mira menyelimuti diri dengan bed cover.

Kepala Joko menyembul dari dalam selimut. Ia melirik ke arah telepon genggam.

Mira memejamkan mata. Tiba-tiba TELEPON GENGGAM BERDERING. Mira terperanjat, bangun dan mengambil telepon genggam. Nama "Joko" berkedip-kedip. Mira bertaut alis. Ia menjawab telepon itu.


Joko menempelkan telepon genggam di telinganya. Ia berdeham.
                        JOKO
                Halo?

                        MIRA
                Halo.

                        JOKO
                     (tersenyum)
                Hai.

                        MIRA
                 (melihat ke arah jam dinding)
               Gue perlu istirahat.

Joko diam.

                        MIRA (CONT'D)
               Ada apa?

dst dst...

Kamis, 07 April 2011

19
-(Int. Rumah Rina – Dapur).K e r i n g a t
membasahi kening Ibu. POV Ibu meman- dang BLURRED piring yang dipegang- nya. Ketika Ibu hendak meletakkan piring itu di rak piring, tiba-tiba piring itu terle- pas dari tangannya, di saat bersamaan Ibu terjauh.
-(Int. Rumah Rina – Ruang Tamu).
Rina hendak melangkah ketika panda- ngannya teralih pada sejumlah foto kelu- arga yang terpajang di dinding, di sebe- rangnya. Wajah Rina berubah sedih.
POV Rina melihat foto keluarga dari kiri ke kanan, foto Ayah dan Ibu, foto Rina berusia 20 tahun, dinding kosong yang hanya ada tiga buah paku tertancap di dinding tanpa ada bingkai fotonya, lalu kembali foto Rina berusia 20 tahun, ter- akhir foto Ayah dan ibu.
Tiba-tiba Rina dikejutkan oleh suara pi- ring pecah dan orang terjatuh. Panik, se- ketika itu juga Rina berlari ke:
-(Int. Rumah Rina – Dapur).K a m e r a
FLASH SHOT Rina yang muncul di am- bang pintu, dan melihat Ibu tergeletak pingsan di lantai yang penuh dengan pe- cahan piring.
RINA
(Teriak).
Ibuuu…!!!
20
Rina berlari memeluk Ibu. Dari keningnya darah mengalir terkena pecahan piring. Melihatnya Rina menjerit, menangis, lalu kamera TRACK BACK Rina yang meme- luk Ibu di pangkuannya.
FLASHBACK BERAKHIR
CUT TO:
SC.08.
EXT. ESTABLISHING SHOT: STASIUN
GAMBIR – MALAM.
CUT TO:
SC.09.
EXT/INT. STASIUN GAMBIR – MALAM.
Rina menghapus airmatanya, lalu turun dari taksi, berjalan ke loket karcis jurusan Jakarta-Yogyakarta, lalu naik ke lantai atas stasiun.
CUT TO:
SC.10.
EXT. STASIUN GAMBIR – KERETA API
MALAM.
Rina masuk ke dalam gerbong kereta, lalu
mencari tempat duduk.
CUT TO:
Rina memandang ke luar jendela. Perla han kereta meninggalkan stasiun. POV dari jendela Rina, para pengantar yang menjauh

APA SIH SKENARIO ITU ??

naskah cerita yang ditulis dengan istilah istilah kamera yang digunakan sebagi panduan untuk pembuatan sebuah film maka, apa uyang tervisualisasikan dalam film pasti tertulis dalam skenario.
skenario menjadi peran penting penuturan dalam sebuah film tersebut .